Logo Bloomberg Technoz

Defisit Ore Nikel: Smelter IWIP Turun Produksi, IMIP Kaji Dampak

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 June 2026 15:00

Indonesia Morowali Industrial Park di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Indonesia Morowali Industrial Park di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Industrial Morowali Park (IMIP) masih mengobservasi dan mengkaji dampak pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 terhadap produksi smelter di kawasan industri.

Media Relations Head IMIP Dedy Kurniawan mengungkapkan perseroan mengamini pemangkasan RKAB nikel menciptakan tantangan bagi industri hilir nikel di Tanah Air.

Kendati begitu, Dedy mengaku perseroan masih belum dapat mendata potensi penurunan produksi dari smelter di kawasan IMIP sebab masing-masing perusahaan memiliki dinamika bisnisnya masing-masing.


“Setiap perusahaan atau tenant di kawasan IMIP memiliki dinamika bisnis masing-masing, sehingga sulit untuk menggeneralisasi dampak di level kawasan industri. Untuk itu, saat ini kami tengah dalam tahap observasi dan assessment,” kata Dedy ketika dihubungi, dikutip Senin (22/6/2026).

“Kami juga terus memantau situasi dan memfasilitasi diskusi untuk strategi adaptasi bersama tenant-tenant di kawasan IMIP,” lanjutnya.

Kawasan industri penghiliran nikel Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian