Outstanding SRBI Tembus Rp1.021 T, Asing Hanya Pegang 23,3%
Mis Fransiska Dewi
18 June 2026 14:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik dana asing jangka pendek. Tujuannya, untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tingginya permintaan korporasi akan dolar AS dan kegiatan perekonomian.
BI melaporkan pada 15 juni 2026 posisi SRBI sudah menyentuh Rp1.021,1 triliun di mana kepemilikan non residen (asing) mencapai Rp238,1 triliun atau 23,3% dari total outstanding. Outstanding ini menjadi rekor tertinggi sejak instrumen moneter ini diluncurkan.
“Outstanding ini turut mendukung stabilitas rupiah,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers digital di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Tingginya outstanding SRBI ini tidak lepas dari kebijakan BI untuk menaikkan suku bunga menjadi 6,21% untuk tenor 6 bulan, 6,31% untuk tenor 9 bulan dan 6,45% pada tenor 12 bulan yang mulai berlaku pada 13 Mei 2026.
“Suku bunga SRBI dinaikkan untuk menarik aliran dana portopolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” terang Perry.































