Utang Luar Negeri RI Melambat, Indikasi Pembiayaan Makin Mahal?
Redaksi
18 May 2026 17:58

Bloomberg Technoz, Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat melambat pada kuartal I-2026 menjadi US$433,4 miliar, hanya tumbuh 0,8% secara tahunan. Angka ini lebih rendah dibanding pertumbuhan kuartal IV-2025 yaitu 7,9%.
Sepertinya ruang pembiayaan eksternal Indonesia mulai menyempit akibat kombinasi dolar Amerika Serikat (AS) yang semakin kuat, suku bunga global yang tinggi, dan meningkatnya kehati-hatian investor internasional.
Dalam kondisi pasar yang relatif normal, perlambatan pertumbuhan utang bisa dianggap kabar baik karena menunjukkan penurunan ketergantungan terhadap pembiayaan luar negeri.
Namun, perlambatan ULN terjadi di saat biaya pendanaan internasional melonjak dan tekanan terhadap mata uang di pasar negara berkembang semakin besar.
Bisa jadi, pemerintah maupun sektor swasta bukan sedang mengetatkan ikat pinggang secara sukarela, melainkan dalam posisi mulai menahan ekspansi karena pembiayaan global menjadi jauh lebih mahal dan berisiko.






























