Logo Bloomberg Technoz

"Tata kelola pemerintahan tidak hanya dari sisi fiskal, tetapi juga terhadap program-program strategis nasional yang selama ini dianggap menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Hal yang tak kalah penting adalah upaya meningkatkan efektivitas belanja negara sehingga mampu mendorong produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Pada dasarnya, indonesia menghadapi dua tantangan makro-ekonomi pada tahun depan, yakni dari sisi eksternal global dan internal domestik.

Dari sisi eksternal, perlambatan ekonomi global masih akan terjadi dipicu potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral di negara maju, di tengah tensi geopolitik yang masih memanas. Terdapat pula ketidakpastian harga energi dan harga pangan, serta meningkatnya fragmentasi perdagangan dunia yang berpotensi menekan ekspor, arus investasi, serta stabilitas pasar keuangan.

Dari sisi internal, terdapat potensi pelemahan daya beli masyarakat, terutama di kelas menengah Tanah Air. Adapula risiko dari peningkatan pembiayaan pemerintah dengan level suku bunga yang tinggi.

Maka itu, dia menyarankan pemerintah untuk berinovasi untuk menciptakan nilai tambah untuk mendorong produk domestik bruto di tengah kondisi fiskal yang semakin sempit pada tahun depan. 

(lav)

No more pages