“40 ribu hektare itu tidak ada yang punya BUMN, tidak ada yang punya negara, tidak ada yang punya swasta. Semuanya punya masyarakat setempat. Itu kejam fitnanya kalau dikatakan masyarakat tidak menikmati manfaatnya,” tegasnya.
Menurut Amran, pemerintah justru memberikan berbagai dukungan kepada masyarakat berupa alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan irigasi, hingga pendampingan budidaya untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani.
Amran berdalih manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Menurutnya, penerapan teknologi pertanian modern mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. Jika sebelumnya petani hanya menanam satu kali dalam setahun dengan produktivitas sekitar 3 ton per hektare, kata Amran, kini hasil panen dapat mencapai sekitar 7 ton per hektare dengan intensitas tanam hingga tiga kali setahun.
Film 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' adalah dokumenter karya Dhandy Laksono dan Cypri Dale yang berisi tentang perampasan tanah adat dan krisis ekologis di Papua Selatan. Film ini menyoroti sejumlah proyek strategis nasional (PSN) yang berdampak negatif bagi warga lokal atau setempat.
(dov/wep)
































