Logo Bloomberg Technoz

"Barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu gitu. Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN," ujar Prasetyo kepada awak media.

Kedua, memfokuskan ulang penerima manfaat. Saat ini, Nanik mengatakan BGN tengah mengarahkan agar MBG hanya diterima oleh anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Dia menilai anak-anak yang berasal dari keluarga mampu pada dasarnya sudah mendapatkan gizi yang lebih bagus.

Dalam hal ini, BGN tengah mengidentifikasi apakah jumlah penerima manfaat yang saat ini berjumlah 63 juta orang benar-benar membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah. Nanik membuka peluang untuk mengurangi jumlah penerima yang tidak membutuhkan intervensi gizi dan mengalihkan kepada orang yang belum memperoleh.

"Nah, ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini bener tuh 63 juta ini butuh, atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," ujar Nanik. 

Prasetyo mengatakan adanya potensi penyesuaian berupa pengurangan total kebutuhan anggaran untuk program unggulan MBG. Langkah ini bukanlah sebuah pemangkasan paksa, melainkan hasil dari perhitungan yang lebih cermat di lapangan.

“Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini,” ungkap Prasetyo. 

Ketiga atau terakhir, Nanik mengatakan pemerintah akan melakukan kontrol kualitas MBG. Dia mengatakan sudah menyampaikan pada Presiden Prabowo Subianto bahwa BGN akan mengejar kualitas MBG dibandingkan kuantitas pada tahun ini. Sehingga BGN akan memeriksa apakah SPPG yang sudah ada saat ini beroperasi sesuai dengan petunjuk teknis atau tidak.

(wep)

No more pages