Logo Bloomberg Technoz

Zulhas Jelaskan 2 Skema untuk Tertibkan 13.000 SPPG

Dinda Decembria
30 July 2026 07:30

Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menko dan Kepala BGN rapat terbatas bahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)
Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menko dan Kepala BGN rapat terbatas bahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan pemerintah akan mengoperasionalkan lebih dari 13.000 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bertahap. Pengoperasian akan diprioritaskan untuk wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Keputusan tersebut merupakan salah satu hasil rapat perbaikan tata kelola MBG bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Zulkifli mengatakan lebih dari 13.000 titik SPPG yang menjadi perhatian pemerintah memiliki kondisi yang beragam, mulai dari yang telah selesai dibangun hingga yang masih dalam tahap konstruksi. Karena itu, pemerintah membagi penyelesaiannya menjadi dua tahap berdasarkan tingkat kebutuhan di masing-masing daerah.


"Yang pertama, ada titik baru jumlahnya 13.000 lebih. Yang banyak protes itu ada 13.000 lebih. Karena sudah ada yang dibangun, ada yang sudah jadi, ada yang baru 80%, itu nasibnya bagaimana? Kita bagi dua. Yang daerah tertinggal, yang tadi digambarkan oleh Mas Dar dan Menkes itu stuntingnya tinggi, kalau di peta itu merah, itu prioritas," kata Zulkifli di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (29/7).

Menurut dia, SPPG di wilayah prioritas seperti Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dituntaskan dalam waktu satu bulan agar segera dapat melayani masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi.