Fitur DM atau Direct Message YouTube Diperluas, Ini Cara Pakainya
Merinda Faradianti
12 June 2026 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - YouTube memperluas uji coba fitur Direct Message (DM) atau pesan langsung ke Amerika Serikat setelah sebelumnya hanya tersedia di sejumlah negara Eropa. Fitur tersebut kini dapat diakses oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas melalui aplikasi mobile YouTube.
Menurut laporan Engadget, dikutip Jumat (12/6/2026), fitur pesan langsung ini pertama kali diuji coba di Irlandia dan Polandia pada akhir 2025, sebelum diperluas ke lebih banyak negara di Eropa. Kini, pengguna di Amerika Serikat juga mulai mendapatkan akses ke layanan tersebut.
Fitur DM terbaru memungkinkan pengguna berbagi video, Shorts, maupun konten live stream, sekaligus mengobrol langsung tanpa harus meninggalkan aplikasi YouTube. Kehadiran fitur ini menjadi salah satu permintaan yang paling banyak diajukan pengguna kepada platform milik Google tersebut.
Untuk menggunakannya, pengguna cukup menekan ikon “Messages” yang muncul di bagian kanan atas aplikasi YouTube. Selanjutnya, pengguna dapat memilih opsi “Invite to chat” untuk mengundang orang lain bergabung dalam percakapan. Penerima undangan memiliki pilihan untuk menerima atau menolak permintaan tersebut.
Berbeda dengan aplikasi perpesanan pada umumnya, sistem DM YouTube dirancang untuk mendorong interaksi dengan orang yang sudah mengenal. Pengguna harus mengirim tautan undangan melalui aplikasi pihak ketiga sebelum percakapan dapat dimulai. Tautan tersebut berlaku selama tujuh hari.
YouTube juga menyematkan sejumlah fitur keamanan, termasuk kemampuan membatalkan pengiriman pesan (unsend), menghapus percakapan, memblokir pengguna, serta melaporkan percakapan yang dianggap melanggar aturan. Seluruh aktivitas perpesanan tetap berada di bawah pengawasan Pedoman Komunitas YouTube.
Fitur ini dulunya sempat dihentikan pada tahun 2019 dan kemudian dikembalikan. Saat itu, YouTube memilih fokus pada interaksi publik melalui kolom komentar dan fitur komunitas. Namun meningkatnya kebutuhan pengguna untuk berbagi video secara privat membuat perusahaan kembali mengembangkan fitur tersebut.
Selain Amerika Serikat, YouTube juga memperluas ketersediaan fitur ini ke sejumlah negara lain seperti Inggris, Brazil, dan Singapura. Perusahaan menyatakan akan terus memperluas jangkauan layanan pesan langsung tersebut ke lebih banyak wilayah dalam waktu mendatang.






























