Logo Bloomberg Technoz

Setelah membanjiri pasar Amerika Serikat dengan minyak Venezuela, para trader kini berupaya makin mendiversifikasi penjualan seiring produksi yang naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun, mendekati tingkat sebelum Washington menjatuhkan sanksi luas terhadap industri minyak Venezuela pada 2019.

Ekspor minyak Venezuela ke India. (Bloomberg)

Peningkatan penawaran ke Asia terjadi ketika perang Iran membatasi lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz yang vital dan prospek tercapainya perjanjian damai masih sulit terlihat.

Setelah tergulingnya Nicolas Maduro pada awal Januari, para trader meningkatkan penjualan ke India, yang kini menyerap hampir sebanyak minyak Venezuela seperti yang pernah dilakukan China.

Namun, kenaikan produksi minyak mentah Venezuela akan membutuhkan pembeli baru. China, yang sebelumnya merupakan pembeli terbesar di Asia, belum melakukan pembelian apa pun sejak pemerintahan Trump mengambil alih kendali atas penjualan minyak Venezuela.

Trafigura menawarkan 500.000 barel Merey 16 kepada perusahaan bahan bakar Korea Selatan, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Minyak tersebut akhirnya dibongkar ke fasilitas penyimpanan di Korea Selatan pada awal Juni, menurut data dari perusahaan intelijen maritim Kpler Ltd. Korea Selatan terakhir kali membeli minyak Venezuela pada 2011, berdasarkan data bea cukai negara itu yang dihimpun Bloomberg.

Muatan Minyak mentah Venezuela di Korea Selatan. (Bloomberg)

Trafigura menolak berkomentar. Kapal yang sama yang mengirim minyak ke Korea Selatan, yakni supertanker Nissos Kea yang disewa Trafigura, juga mengirim minyak ke pelabuhan Malaysia yang melayani kilang Melaka milik Petroliam Nasional Bhd, atau Petronas.

Kilang tersebut merupakan produsen utama aspal, yang menggunakan minyak berat Venezuela sebagai bahan baku yang sangat sesuai.

Supertanker lain, Solana, yang disewa Vitol, baru saja membongkar 2 juta barel Merey 16 ke fasilitas penyimpanan terapung di lepas pantai Malaysia.

Fasilitas semacam itu biasanya digunakan sebagai pusat distribusi, tempat kargo besar dipecah menjadi pengiriman yang lebih kecil dan dijual kepada pengguna akhir. Vitol belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Dorongan penjualan ke Asia terjadi ketika harga minyak fisik mulai turun dari level yang terlihat pada awal konflik di Timur Tengah. Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi ekspor AS yang kuat, pelepasan cadangan darurat pemerintah, dan perlambatan permintaan dari China.

Meningkatnya volume penawaran minyak mentah dari Timur Tengah juga menekan harga dalam beberapa waktu terakhir.

(bbn)

No more pages