Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan bersama ini menyusul pertemuan antara pejabat AS dan Jepang di Tokyo awal pekan ini, yang juga menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk terus mengupayakan denuklirisasi Korut.

Seruan beruntun mengenai denuklirisasi ini muncul setelah Presiden China Xi Jinping sama sekali tidak menyebutkan masalah denuklirisasi di Semenanjung Korea secara publik selama kunjungannya ke Pyongyang pekan ini. Padahal di beberapa kesempatan sebelumnya, Beijing rutin menyerukan "denuklirisasi", dan isu itu bahkan menjadi pesan utama Xi dalam kunjungan terdahulunya ke Korea Utara pada tahun 2019. Kunjungan terbaru Xi pun sempat dipantau ketat untuk melihat tanda-tanda apakah ia akan menggunakan pengaruhnya atas Pyongyang guna menegaskan kembali pesan tersebut.

Namun, frasa "denuklirisasi" terpantau hilang dari pernyataan resmi pemerintah China sejak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Beijing pada September lalu. Hal ini memicu spekulasi bahwa China secara diam-diam telah menerima status Korut sebagai kekuatan nuklir secara de facto.

Di sisi lain, Korsel dan Uni Eropa turut mengecam keras kerja sama militer yang terjalin antara Rusia dan Korea Utara. Para pemimpin Eropa juga mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera menyetujui gencatan senjata total tanpa syarat. Desakan ini muncul setelah Putin menolak ajakan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk bertemu dan merundingkan jalan keluar guna mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama lebih dari empat tahun tersebut.

(bbn)

No more pages