Logo Bloomberg Technoz

Rasio layar yang lebih lebar dibanding smartphone pada umumnya diharapkan dapat menghadirkan pengalaman multitasking, membaca, dan menonton video yang lebih nyaman. 

Digital Chat Station turut mengungkap bahwa perangkat ini akan dibekali chipset Kirin seri 9 terbaru dengan dukungan jaringan 5G. Meski belum diketahui model pasti yang digunakan, perangkat tersebut disebut diposisikan sebagai smartphone flagship dan bukan produk kelas menengah. 

Di sektor kamera, Huawei dikabarkan tengah menguji konfigurasi tiga kamera belakang beresolusi 50 megapiksel (MP). Bocoran lain menyebut sensor utama yang digunakan berukuran besar hingga 1/1,3 inci, ditemani kamera telefoto periskop 50 MP dan sensor multispektral untuk meningkatkan akurasi reproduksi warna. 

Salah satu aspek yang paling menarik perhatian adalah kapasitas baterainya. Berdasarkan informasi yang beredar di Weibo, Huawei berencana menyematkan baterai berkapasitas sekitar 7.000 mAh pada perangkat tersebut. Angka itu tergolong sangat besar untuk smartphone flagship non-lipat, terlebih jika Huawei mampu mempertahankan desain yang tipis dan ringan. 

Bocoran yang beredar sebelumnya menyebut Huawei memang tengah mengeksplorasi teknologi baterai dengan kepadatan energi lebih tinggi untuk perangkat generasi mendatang. Karena itu, tidak menutup kemungkinan ponsel layar lebar ini menjadi salah satu produk pertama yang memanfaatkan teknologi tersebut.

Sejauh ini Huawei belum memberikan konfirmasi resmi terkait keberadaan perangkat tersebut. Namun jika mengikuti jadwal pengembangan yang dibocorkan para informan, smartphone layar lebar non-lipat itu berpotensi meluncur pada kuartal keempat 2026, setelah debut seri Mate generasi terbaru.

(mef/wep)

No more pages