Dalam pantauan Bloomberg Technoz, sejak pekan lalu Dasco memang nampak mulai sering memberikan pernyataan mengenai rupiah hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami pelemahan.
Contohnya, pada Sabtu (6/6//2026) Dasco secara mendadak mengumpulkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo guna membahas evaluasi perkembangan ekonomi Indonesia saat ini.
Tak sampai di situ, tiga hari berikutnya atau pada Selasa (9/6/2026), Dasco juga mengumpulkan mengumpulkan perwakilan dari Bank Himbara, BPJS Ketenagakerjaan dan Asuransi BUMN di Kompleks Parlemen. Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra tersebut mengatakan mereka berdiskusi mengenai pembelian kembali (buyback) saham BUMN di tengah konflik geopolitik yang berdampak pada perekonomian RI.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ketua BP BUMN dan Chief Operating Officer Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria, dan Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Diketahui, rupiah membuka perdagangan Kamis (11/6/2026) dengan melanjutkan penguatannya, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung dua hari beruntun. Jika kembali finis di jalur hijau pada perdagangan hari ini, maka mata uang Tanah Air resmi terapresiasi tiga hari berturut-turut.
Rupiah sempat terapresiasi 0,03% ke Rp17.948/US$ pada sesi pembukaan perdagangan, di tengah gejolak geopolitik yang masih terjadi antara AS, Iran dan Israel. Sebelum akhirnya kembali melemah 0,09% ke Rp17.970/US$.
Penguatan rupiah yang berlangsung kemarin ditopang oleh kebangkitan aset-aset Indonesia, setelah otoritas moneter kembali menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) ke 5,5%.
(mfd/ell)






























