Logo Bloomberg Technoz

Antisipasi Konflik Timteng, Singapura Perketat Kebijakan Moneter

News
27 July 2026 10:30

Gedung-gedung di cakrawala Singapura. (Wei Leng Tay/Bloomberg)
Gedung-gedung di cakrawala Singapura. (Wei Leng Tay/Bloomberg)

Srinidhi Ragavendran dan Claire Jiao - Bloomberg News

Bloomberg, Bank sentral Singapura kembali memperketat kebijakan moneternya pada hari Senin (27/7) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan inflasi, di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang mengancam melambungkannya harga energi.

Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS)—yang menggunakan nilai tukar mata uang sebagai instrumen utamanya alih-alih suku bunga—menyatakan telah menaikkan tingkat apresiasi pita kebijakannya “sangat sedikit.” MAS tetap mempertahankan lebar dan titik tengah dari pita kebijakan tersebut.


Empat dari 18 analis dalam survei Bloomberg telah memprediksi langkah ini, sementara satu analis memperkirakan adanya penyesuaian titik tengah. Adapun 13 analis sisanya memproyeksikan tidak ada perubahan pada pengaturan kebijakan moneter.

“Di tengah lingkungan yang terus diliputi ketidakpastian tinggi, penyesuaian terukur pada arah kebijakan ini melanjutkan langkah pengetatan yang telah dilakukan pada bulan April,” tulis bank sentral dalam sebuah pernyataan resmi, seraya menambahkan bahwa pihaknya “siap meredam volatilitas berlebihan” pada pita kebijakannya.