Logo Bloomberg Technoz

Rupiah di Luar Negeri Sudah di bawah Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 June 2026 08:36

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dengan stagnasi dan berada di  Rp17.899/US$, setelah sempat menguat 1,61% pada sesi penutupan. 

Tak lama berselang, rupiah di luar negeri kembali melemah 0,45% ke posisi Rp17.974/US$ pada 07:17 WIB. Pergerakan rupiah di pasar luar negeri juga tertopang oleh langkah Bank Indonesia (BI) yang secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) ke 5,5%. 

Nilai kontrak rupiah di pasar luar negeri. (Bloomberg)

Selain itu, indeks dolar AS yang sebelumnya sempat bertengger di level 100,01, kini kembali ke posisi 99,98 meskipun masih berpotensi menguat akibat serangan antara AS dan Iran yang kembali terjadi. 


Pasukan AS dikabarkan melakukan penyerangan yang mereka sebut sebagai 'bela diri' terhadap Iran, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh sebuah helikopter militer AS di lepas pantai Oman. 

Ketegangan yang kembali terjadi membuat harga minyak mentah Brent kembali terkerek naik 1,73% ke US$93,03 per barel. Kondisi ini membuat sebagian mata uang bergerak melemah.