Logo Bloomberg Technoz

Tanggapi Arahan Pemerintah, OJK Sebut Masih Ada Ruang Buyback

Cahya Puteri Abdi Rabbi
10 June 2026 07:40

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi pembelian kembali saham atau buyback oleh emiten masih berada di kisaran sepertiga dari total dana yang telah dialokasikan. Dari dana buyback sebesar Rp65,34 triliun yang disiapkan oleh 65 emiten, realisasinya hingga saat ini baru mencapai Rp17,12 triliun atau 30,25%.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan sejak Maret 2025 hingga 18 Mei 2026 terdapat 106 keterbukaan informasi terkait buyback tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang disampaikan oleh 65 emiten.

"Dari 65 emiten tersebut, terdapat 64 emiten yang telah melakukan pelaksanaan buyback dengan nilai realisasi sebesar Rp17,12 triliun atau sebesar 30,25%," kata Hasan dalam keterangannya dikutip Rabu (10/6/2026).


Hal tersebut sekaligus merupakan respons OJK atas arahan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait peluang buyback, khususnya oleh Himbara, setelah melakukan pertemuan bersama direktur Himbara, beserta Ketua BP BUMN dan Chief Operating Officer Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria, dan Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kemarin.

Data tersebut menunjukkan sebagian besar dana yang telah disiapkan emiten untuk buyback masih belum direalisasikan. Dengan total alokasi mencapai Rp65,34 triliun, masih terdapat dana sekitar Rp48 triliun yang belum digunakan untuk pembelian kembali saham.