Logo Bloomberg Technoz

Serangan baru AS tersebut berisiko mengganggu stabilitas gencatan senjata yang rapuh di kawasan sekaligus menghambat negosiasi menuju kesepakatan damai yang lebih permanen antara pihak-pihak yang bertikai. Trump berulang kali menyatakan bahwa pembicaraan damai masih berjalan sesuai rencana, setelah eskalasi pada awal pekan ini yang memperlihatkan Iran dan Israel saling melancarkan serangan.

“Peristiwa ini semakin menunjukkan bahwa kesepakatan dengan Iran masih jauh dari kenyataan,” kata Saul Kavonic, analis energi senior di MST Marquee.

“Namun pasar sedikit terhibur karena serangan tersebut masih bersifat proporsional, bukan serangan total. Hal itu menunjukkan bahwa keinginan untuk mencapai kesepakatan masih lebih besar dibandingkan keinginan untuk melanjutkan perang,” ujarnya.

Gelombang permusuhan terbaru ini berpotensi memperpanjang penutupan hampir total Selat Hormuz yang sangat vital, yang saat ini berada di bawah blokade ganda oleh AS dan Iran. Konflik yang dimulai pada akhir Februari tersebut telah menghambat pasokan minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam ke pasar global, sekaligus memicu kekhawatiran akan krisis inflasi.

Persediaan minyak mentah AS tercatat turun 9,1 juta barel pada pekan lalu, berdasarkan laporan American Petroleum Institute (API) yang diperoleh Bloomberg. Stok minyak negara itu saat ini telah berada pada level terendah dalam empat bulan terakhir, mencerminkan berkurangnya pasokan global ketika para pembeli berupaya menggantikan minyak yang hilang dari kawasan Teluk Persia.

“Setiap hari yang berlalu semakin memperketat pasar karena cadangan minyak global terus turun ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Kavonic.

Harga:

  • WTI untuk pengiriman Juli naik 1% menjadi US$89,05 per barel pada pukul 06.42 waktu Singapura.
  • Minyak Brent untuk pengiriman Agustus ditutup turun 3% menjadi US$91,45 per barel.

(bbn)

No more pages