Logo Bloomberg Technoz

PLN Soal Implementasi RUPTL 2024—2035: 70% dari Swasta

Sabrina Mulia Rhamadanty
09 June 2026 17:50

Ilustrasi Petugas PLN yang sedang melakukan pemeliharaan jaringan transmisi guna menjaga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat. (Dok. PLN)
Ilustrasi Petugas PLN yang sedang melakukan pemeliharaan jaringan transmisi guna menjaga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat. (Dok. PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT PLN (Persero) mengatakan pemenuhan target infrastruktur kelistrikan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2024—2035 bakal didominasi oleh 70% kontribusi perusahaan swasta. 

Executive Vice President Power Plant Procurement and IPP PLN Nico Samuel Saroinsong mengungkapkan, dalam peta jalan kelistrikan selama 10 tahun ke depan, mayoritas pembangunan infrastruktur pembangkit akan diserahkan kepada pihak swasta.

"Melihat kapital yang tidak memungkinkan untuk PLN bisa langsung eksekusi, maka kita akan bekerja sama dengan ekosistem bisnis kelistrikan di Indonesia. Jika kita kembali kepada RUPTL sepanjang 10 tahun ke depan, 70% akan didominasi oleh swasta melalui independent power producer [IPP]," ujar Nico dalam agenda ESSA Summit Indonesia 2026, Selasa (9/6/2026).


Nico menambahkan salah satu fokus besar dalam RUPTL teranyar ini adalah ambisi mengejar kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan, khususnya target baru atas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW).

Nico secara terbuka mengundang para investor dan pengembang (developer), baik domestik maupun global, untuk mengambil bagian dalam proyek raksasa ini. Menurutnya, mustahil bagi PLN untuk memikul target tersebut sendirian.