Logo Bloomberg Technoz

Harga Kian Mahal, Ini Perbedaan Solar Industri dengan Diesel Umum

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 June 2026 13:50

Truk-truk mengisi solar di SPBU. (Bloomberg)
Truk-truk mengisi solar di SPBU. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah pakar dan praktisi pertambangan mengungkapkan harga solar industri sudah menembus Rp30.000/liter di sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi usai terjadinya penutupan jalur perdagangan migas di Selat Hormuz.

Ketua Bidang Hubungan Industri Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Ardhi Ishak Koesen mencatat harga solar industri melonjak hingga Rp30.000/liter di wilayah Indonesia Timur.

Selain itu, dia juga melaporkan harga solar industri di wilayah Kalimantan telah melonjak menjadi di atas Rp20.000/liter dari sebelumnya Rp15.000—Rp18.00/liter.


“Harga solar industri saat ini sudah berkisar di atas Rp20.000 [per liter], bahkan di daerah Indonesia Timur sudah mendekati Rp30.000. Hal ini tentu memberatkan bagi sektor industri. Porsi biaya bahan bakar saat ini bisa mencapai 40% dari total komponen biaya penambangan,” ungkap Ardhi, baru-baru ini.

Setala, Perusahaan jasa pertambangan PT Zubay Mining mencatat harga solar industri di Sulawesi Tenggara mencapai Rp31.000/liter.