Serangan baru ini terjadi tak lama pasca eskalasi antara Israel dan Hizbullah. Pada Minggu dini hari, milisi Lebanon itu menyerang sasaran-sasaran di wilayah utara negara Yahudi itu, yang kemudian dibalas oleh tentara Israel dengan serangan di pinggiran selatan Beirut yang menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya.
Pada saat bersamaan, AS dan Iran tampaknya tidak membuat banyak kemajuan menuju kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang.
Trump mengatakan kepada Fox News setelah serangan tersebut bahwa ia masih menginginkan solusi melalui negosiasi sambil mendesak Iran untuk melanjutkan negosiasi
“Kalian telah menembakkan rudal-rudal kalian,” katanya seperti dikutip. “Itu sudah cukup.” Trump juga mengkritik Israel atas serangan-serangannya di Beirut pada hari Minggu.
Secara terpisah, Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia akan mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak membalas serangan terhadap Teheran.
Saat sirene peringatan menyala di beberapa wilayah, Israel mengumumkan penutupan sekolah di seluruh negeri pada hari Senin.
Minggu lalu menyaksikan eskalasi ketegangan terparah sejak gencatan senjata dimulai sekitar 8 April. Negosiasi antara Washington dan Teheran terhambat oleh nasib aset Iran senilai miliaran dolar yang dibekukan serta konflik paralel antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Hizbullah pekan sebelumnya menolak gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon yang diumumkan Departemen Luar Negeri AS hanya beberapa jam sebelumnya.
Iran menuntut gencatan senjata di Lebanon sebelum kesepakatan dapat dicapai dengan AS. Seorang penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan kepada CNN, “bola ada di tangan Trump” terkait kesepakatan tersebut.
Di Washington, tim Trump merekomendasikan rencana untuk mengalihkan aset Iran yang dibekukan di AS guna membantu sekutu di Teluk Persia memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh Iran.
Trump mengatakan dalam wawancara yang disiarkan Minggu bahwa ia tidak akan melikuidasi aset Iran mana pun atau mencabut sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan awal.
“Jika mereka bersikap baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita mulai membicarakan” pelepasan aset tersebut, kata Trump kepada Kristen Welker dalam wawancara yang direkam Jumat untuk acara Meet the Press di NBC.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menampik gagasan tersebut, dengan menyatakan dalam sebuah posting di X bahwa aset negaranya “bukanlah rampasan perang Washington maupun dana untuk membayar sekutunya.”
Gharibabadi menambahkan bahwa dia mencatat Iran masih menuntut “ganti rugi penuh” atas kerugian yang dideritanya akibat perang yang dilancarkan Israel dan AS pada 28 Februari.
Perselisihan ini berisiko menggagalkan pembahasan perpanjangan gencatan senjata, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pembicaraan masa depan mengenai program nuklir Iran.
(bbn)
























