Di sisi lain, perubahan yang terjadi profil kredit Indonesia juga memperparah kekhawatiran investor. Indonesia sebenarnya memperoleh status investment-grade dengan susah payah dengan menjaga disiplin fiskal pasca krisis moneter yang terjadi di tahun 1998.
Setelah bertahun-tahun menjaga disiplin fiskal, Indonesia akhirnya memperoleh profil kredit dengan status investment-grade alias layak investasi dari lembaga pemeringkat utama pada tahun 2012 hingga 2017.
Hari ini, pelaku pasar akan mencermati rilisnya data kinerja fiskal yang akan diumumkan oleh Kementerian Keuangan dalam APBN KiTa, yang akan menggerakkan rupiah dan aset keuangan domestik lainnya.
Pada paparan APBN KiTa edisi sebelumnya, defisit APBN tercatat Rp164.4 triliun atau 0,64% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
(dsp)





























