Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan tajam saham-saham yang terkait semikonduktor dari level terendah akibat perang mengalami jeda sejenak usai proyeksi penjualan chip AI dari raksasa teknologi Broadcom mengecewakan para investor yang mengharapkan hasil lebih baik.

Mengingat produsen chip telah mengalami lompatan drastis berkat optimisme seputar belanja di bidang AI, sejumlah pedagang memanfaatkan kekecewaan ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan dan mengalihkan portofolio ke sektor-sektor yang dianggap lebih siap untuk memanfaatkan perekonomian yang tangguh.

“Kenaikan dari level terendah Maret telah sangat kuat. Bahkan, pergerakannya parabolik, terutama untuk saham-saham chip,” kata Matt Maley dari Miller Tabak.

“Oleh sebab itu, jika laporan laba Broadcom menjadi pemicu koreksi yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari, hal itu sebenarnya akan sehat bagi pasar saham.”

Indeks Nasdaq 100 ditutup turun 0,5% di New York, reli pasar terkait AI terhenti.

Sementara, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan gencatan senjata berada pada tahap “akhir”. Sebelumnya, menteri luar negeri Iran mengatakan negosiasi telah macet. Pada Rabu, Iran menembakkan rudal dan drone ke Kuwait dan Bahrain, menewaskan satu orang dan melukai puluhan orang di bandara utama Kuwait, setelah AS menyerang kapal tanker minyak yang menuju Republik Islam Iran.

Di Lebanon, militan Hizbullah mengatakan mereka menolak untuk patuh pada ketetapan gencatan senjata yang diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS hanya beberapa jam sebelumnya. 

Kabar lain, delapan orang tewas dalam serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Dan militer Israel mengatakan Hizbullah meluncurkan beberapa roket ke arah tentaranya, tanpa ada laporan korban luka.

Walau pertempuran masih berlanjut, harga minyak turun pada Kamis setelah tiga hari mengalami kenaikan, didorong oleh optimisme investor menyusul pengumuman AS mengenai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Serangan militer Israel yang terus berlanjut di sana telah menjadi hambatan utama saat Trump berusaha menarik AS dari perang Iran yang ia mulai.

Di Asia, para trader akan memantau mata uang regional setelah won Korea Selatan jatuh ke level terlemah sejak 2009, yang menegaskan tekanan yang dihadapi beberapa mata uang Asia seiring berlarut-larutnya perang Iran. 

Ilustrasi perdagangan di pasar saham Asia. dok: Bloomberg

Pengambil kebijakan lantas mendekati batas pertahanan mata uang mereka, dengan otoritas di Indonesia dan Filipina juga meningkatkan upaya untuk mendukung kurs mata uang lokal.

Di tempat lain, data tenaga kerja AS menjadi fokus utama para trader pekan ini. Permohonan baru tunjangan pengangguran naik pekan lalu ke level tertinggi sejak Februari. Sementara itu, data dari Challenger, Gray & Christmas Inc. menunjukkan perusahaan teknologi AS mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak dalam hampir dua tahun pada bulan lalu.

Kini, para pedagang menunggu laporan tenaga kerja bulanan yang akan dirilis pada Jumat.

“Perang yang terjadi antara AS dan Iran dan AI terus mendominasi narasi pasar,” namun laporan ketenagakerjaan Jumat ini tetap sangat penting bagi pasar. Pasar tenaga kerja yang ‘terlalu ketat’ berisiko meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat dari yang diperkirakan,”  kata Tom Essaye dari Sevens Report.

(bbn)

No more pages