“Kemudian tentunya ini akan menjadi pusat keuangan Indonesia untuk bisa menjadi pusat investasi. Orang akan melakukan pendirian perusahaan di sana. Tentunya kemudian bisa dalam bentuk apapun lembaga jasa keuangan. Mulai dari perbankan, asuransi, dana pensiun, modal ventura, semuanya,” jelas dia.
Sederet perlakuan khusus tersebut, kata dia, dilakukan untuk menimbulkan kepercayaan kepada investor untuk kemudian menanamkan investasi hingga mengembangkan usahanya dari wilayah tersebut.
Ketika ditanya konsep IFC akan sama dengan Family Office, Misbakhun menyebut Family Office akan ada di dalam IFC.
“Jadi family office ada di dalam Indonesia International Financial Center,” imbuhnya.
Sebelumnya, pemerintah memang tengah mematangkan regulasi pembentukan IFC atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sektor Keuangan di Bali sebagai penggerak investasi. KEK Kura-Kura Bali dipilih menjadi salah satu kawasan potensial untuk pengembangan IFC sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah tersebut diperkuat dengan peninjauan lokasi pengembangan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur di Bali oleh sejumlah pejabat antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria.
“Pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global,” kata Airlangga dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).
Dia menyebut kunjungan tersebut juga bertujuan untuk menjajaki kesiapan pengembangan IFC sebagai salah satu langkah memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Wacana pembentukan International Financial Center ini berkembang dari yang awalnya hanya family office. Kala itu, wacana family office pertama kali digaungkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan pada medio 2024, ketika masih menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi pada pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Sekadar catatan, rencana pembangunan IFC di Indonesia ini telah disampaikan Luhut saat melaporkan kondisi terkini perekonomian nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Selasa (21/4/2026).
Dia mengatakan penguatan inisiatif pembangunan IFC guna menangkap potensi pergeseran arus modal global.
"Kita tidak hanya bicara soal bertahan, tapi bagaimana mengambil manfaat dari situasi ini. Percepatan GovTech dan pembangunan Indonesia Financial Center adalah langkah strategis kita untuk memanfaatkan pergeseran arus modal global," ungkap Luhut dikutip dari akun instagram resmi.
(mfd/ell)




























