Logo Bloomberg Technoz

Saham Cip AI Bangkit, Bursa Asia Bergerak di Zona Hijau

News
22 July 2026 07:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia menguat selama dua hari berturut-turut setelah kebangkitan saham produsen cip di tengah gelombang tren kecerdasan buatan (AI) mampu meredam kekhawatiran atas lonjakan harga minyak akibat kembali memanasnya konflik AS-Iran.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,8%, melanjutkan rekor kenaikan harian terbesar dalam sebulan terakhir. Indeks Kospi Korsel, yang menjadi acuan investasi AI, melonjak lebih dari 5%. Kenaikan di tingkat regional ini menyusul performa terbaik indeks Nasdaq 100 dalam tiga minggu terakhir, di mana lonjakan 5,2% pada indikator utama sektor semikonduktor menandai kembalinya minat pasar terhadap saham produsen cip yang sebelumnya terkoreksi.


Kondisi ini makin didorong oleh optimisme dari Nvidia Corp yang menyatakan bahwa desain cip terbarunya kini mulai didistribusikan ke para pelanggan. Sementara itu, saham Intel Corp menguat seiring rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih lanjut. Setelah penutupan pasar, saham Super Micro Computer Inc juga melonjak setelah pembaruan informasi yang mengindikasikan membengkaknya antrean pesanan. Di sisi lain, sertifikat deposit (ADR) Taiwan Semiconductor Manufacturing Co di bursa AS naik 5,5% usai harian Nikkei melaporkan rencana perseroan untuk menaikkan harga hingga 10%.

Di Asia, perhatian awal tertuju pada mata uang yen yang merosot menembus level 163 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak 1986—sebuah kondisi yang makin menguji ketahanan otoritas Jepang untuk melakukan intervensi pasar.

Indeks Semikonduktor Philadelphia. (Sumber: Bloomberg)