Logo Bloomberg Technoz

IHSG Kembali Terguncang Hingga Cetak Kinerja Terburuk di Dunia

Muhammad Julian Fadli
04 June 2026 10:28

Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terguncang. Pada Kamis (4/6/2026) pukul 09:40 WIB, IHSG jatuh 4,78% menyentuh posisi 5.657.

Transaksi terpantau amat ramai yang didominasi manuver jual pagi ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp5,91 triliun dan volume perdagangan sentuh 10,75 miliar saham. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 681 ribu kali diperjualbelikan.

Saham–saham barang baku, saham infrastruktur, dan saham energi jadi yang terlemah pagi hari ini, jatuh sedalam 8,68%, 6,54%, dan 5,99%. Disusul oleh saham perindustrian yang turun 5,12% dan saham properti melemah 4,99%.


IHSG menjadi sekian dari bursa saham global yang tengah menetap di zona merah. Index SWISS MARKET INDEX (Swiss), BRAZIL IBOVESPA INDEX (Brasil), NIKKEI 225 (Jepang), S&P MERVAL (Argentina), BIST 30 Index (Turki), S&P/ASX 200 INDEX (Australia), NGX ALL SHR (Nigeria), TOPIX (Jepang) tertekan masing-masing mencapai 2,39%, 2,33%, 1,91%, 1,86%, 1,86%, 1,44%, 1,44%, dan 1,41%.

Dengan demikian, IHSG adalah indeks dengan pelemahan terdalam di dunia, berdasarkan data Bloomberg dari laman Worst Performing Index pagi ini.

Bursa Saham Global per 4 Juni 2026 (Bloomberg)