Blokade tersebut merampas pendapatan minyak Teheran dan pasokan jutaan barel dari pasar. Sebelum tindakan AS, Iran adalah negara pengekspor minyak mentah terbesar karena Republik Islam Iran telah mencegah kapal-kapal negara lain menggunakan Selat Hormuz.
Sejak 6 Mei, satelit Sentinel 1 dan 2 Uni Eropa telah mengambil gambar Kharg selama 17 dari 26 hari. Hanya satu jeda dalam pengambilan gambar—antara 21 dan 24 Mei—yang cukup lama bagi sebuah supertanker untuk memuat minyak tanpa terdeteksi.
Secara terpisah, Angkatan Laut AS "menerapkan tindakan blokade terhadap kapal tanker M/T Lexie berbendera Botswana saat melintasi perairan internasional menuju Pulau Kharg," dengan menembakkan rudal ke ruang mesinnya, kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam unggahan di X pada Selasa. Kapal tersebut dieja Lexi, mengibarkan bendera palsu Komoro di beberapa platform pelayaran.
Angkatan Laut AS memberlakukan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April dan sejak itu telah melumpuhkan enam kapal komersial serta mengalihkan 122 kapal lainnya, demikian kata CENTCOM dalam unggahan yang sama.
(bbn)






























