Logo Bloomberg Technoz

Tanker Terkena Proyektil di Hormuz, Ancaman Houthi Tambah Risiko

News
21 July 2026 16:20

Sebuah kapal tanker membongkar muatan minyak mentah melalui pelampung tambat titik tunggal (SPM)./Bloomberg-Benson Ibeabuchi
Sebuah kapal tanker membongkar muatan minyak mentah melalui pelampung tambat titik tunggal (SPM)./Bloomberg-Benson Ibeabuchi

Weilun Soon - Bloomberg News

Bloomberg, Kapal tanker lain diserang di Selat Hormuz saat kembali memanasnya konflik membuat jalur pelayaran tersebut sepi, sementara ancaman Houthi untuk memblokade Arab Saudi di Laut Merah semakin meningkatkan risiko maritim di kawasan tersebut.

Sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal di timur laut Limah, Oman, menurut UK Maritime Trade Operations, yang terjadi setelah serangan beberapa hari terakhir terhadap kapal-kapal milik Dynacom Tankers Management Ltd. Selat Hormuz sepi pada Selasa tanpa ada kapal yang terdeteksi melintas, menurut data pelacakan kapal.


Serangkaian serangan terbaru Iran berfokus pada kapal tanker minyak yang melintasi selat di sepanjang pantai Oman, seringkali dengan transponder mereka dimatikan.

Meski kapal yang terbaru terkena serangan masih belum teridentifikasi, serangan sebelumnya telah memengaruhi operator besar seperti Sinokor Group dari Korea Selatan dan Dynacom dari Yunani, berperan penting dalam menjaga aliran minyak mentah selama sebagian besar masa perang.

Lalu lintas kapal yang terlihat melalui Selat Hormuz tetap minim pada Selasa. (Bloomberg)