Logo Bloomberg Technoz

Ia menjelaskan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO  telah mengeluarkan panduan yang menyebut risiko penyebaran Ebola terutama berada di negara yang terdampak wabah. Sementara itu, tingkat risiko bagi negara lain dinilai relatif rendah.

Budi menilai sejumlah negara dengan lalu lintas internasional yang sangat tinggi, memiliki potensi paparan yang lebih besar karena menjadi pusat transit perjalanan dari berbagai belahan dunia.

Adapun Indonesia dinilai memiliki risiko yang lebih rendah karena tidak menjadi  penerbangan internasional utama dari kawasan terdampak Ebola. Meski demikian, Kemenkes tetap menjalankan sistem kewaspadaan di pintu masuk negara untuk mendeteksi dini potensi kasus impor.

Sebelumnya diberitakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dan Uganda ke level darurat kesehatan masyarakat internasional. Langkah tersebut diambil setelah virus langka yang belum memiliki vaksin maupun terapi resmi itu terdeteksi menyebar ke wilayah perkotaan padat penduduk dan melintasi perbatasan negara.

Penetapan darurat ini dikeluarkan setelah adanya konfirmasi kasus Ebola di ibu kota Uganda, Kampala, serta di Kinshasa, ibu kota Kongo yang padat dengan penduduk sekitar 20 juta jiwa.

(dec)

No more pages