Logo Bloomberg Technoz

Memasuki kuartal II-2026, rupiah berada dalam tekanan yang cukup berat akibat kombinasi penguatan dolar AS, tingginya ketidakpastian global, dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi domestik.

Nilai tukar rupiah sejak awal kuartal II-2026 tercatat melemah hampir 5%, lebih tepatnya 4,75%. Hal ini membuat biaya perjalanan ke luar negeri melonjak signifikan bagi masyarakat Indonesia.

Pelemahan rupiah sepanjang kuartal II-2026, hampir 5%. (Bloomberg)

Tiket pesawat internasional, akomodasi, hingga pengeluaran konsumsi selama berada di negara tujuan menjadi jauh lebih mahal ketika dikonversikan ke rupiah. Dalam situasi seperti ini, keputusan rumah tangga untuk menunda atau membatalkan perjalanan ke luar negeri menjadi respons yang rasional.

Sebaliknya, bagi wisatawan asing, pelemahan rupiah justru meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata.

Dengan mata uang yang lebih kuat, wisatawan mancanegara memperoleh nilai tukar yang lebih menguntungkan sehingga biaya berlibur di Indonesia menjadi relatif lebih murah dibandingkan sebelumnya. Efek ini tercermin dari meningkatnya kunjungan wisatawan asing pada April, bahkan ketika kondisi ekonomi global belum sepenuhnya pulih.

Dalam perspektif ekonomi makro, kondisi tersebut menciptakan semacam "penyangga alami" terhadap tekanan eksternal karena devisa yang masuk dari sektor pariwisata berpotensi meningkat saat impor jasa berupa perjalanan luar negeri masyarakat Indonesia justru menurun.

Namun demikian, tidak semua sinyal dari data ini dapat dibaca secara positif. Penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 24,24% secara tahunan menunjukkan bahwa perlambatan bukan hanya terjadi pada perjalanan internasional, tetapi juga pada aktivitas wisata domestik.

Jika penurunan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat dibandingkan faktor musiman, maka hal ini menjadi peringatan bahwa tekanan ekonomi mulai memengaruhi konsumsi rumah tangga. Padahal, konsumsi domestik selama ini menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Artinya, data pariwisata April 2026 memperlihatkan dua sisi dari pelemahan rupiah. Dari sisi eksternal, rupiah yang lebih lemah dapat membantu meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan menahan laju kebocoran devisa melalui perjalanan ke luar negeri. 

Akan tetapi, dari sisi domestik, tekanan nilai tukar yang berkepanjangan berisiko menggerus daya beli masyarakat dan mengurangi aktivitas ekonomi berbasis konsumsi. Aktivitas pelesiran merupakan kebutuhan tersier yang otomatis dipangkas, jika harga yang harus dibayar untuk memenuhi kebutuhan pokok meningkat akibat inflasi maupun adanya pelemahan nilai tukar.

Sebagai catatan, pada April lalu pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13%, di tengah melambungnya harga avtur yang mempengaruhi bisnis pesawat terbang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Airlangga Hartanto menyebut bahwa harga avtur tersebut berkontribusi sebesar 40% terhadap total biaya operasional maskapai.

(dsp/aji)

No more pages