Logo Bloomberg Technoz

ESDM Didesak Transparan Soal Skema Impor Minyak Rusia via Lemigas

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 July 2026 09:30

Sebuah tanda panah penunjuk arah aliran bertuliskan 'Minyak' terpasang di pipa minyak Rosneft PJSC, di ladang minyak Samotlor, Rusia./Bloomberg-Andrey
Sebuah tanda panah penunjuk arah aliran bertuliskan 'Minyak' terpasang di pipa minyak Rosneft PJSC, di ladang minyak Samotlor, Rusia./Bloomberg-Andrey

Bloomberg Technoz, Jakarta Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia harus transparan dalam menugaskan Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas untuk mengeksekusi impor minyak mentah dari Rusia.

Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menyatakan Lemigas, sebelum mendapatkan kewenangan impor minyak mentah dan komoditas migas lainnya, merupakan badan riset dan pengembangan.

Untuk itu, Moshe menilai proses impor semestinya diumumkan secara terbuka ke publik, agar aspek tata kelola dapat diawasi oleh publik.


"Tupoksi dari Lemigas itu kan sebenarnya badan riset dan pengembangan. Akan tetapi, kok tiba-tiba impor, tiba-tiba berniaga? Ya, selama tidak ada yang dirugikan dari sisi kas negara, dari sisi pengeluaran APBN kita, enggak ada masalah. Selama tidak ada kerugian, tidak ada main-main di belakang. Kalau itu memang lebih baik, ya pemerintah yang memutuskan,” kata Moshe ketika dihubungi, Rabu (22/7/2026).

Anjungan pengeboran minyak Rusia. (Bloomberg)

Perincian Impor