Logo Bloomberg Technoz

"Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun. Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun," ujarnya. 

"Keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang, itu dari banyak sekali negara, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara. Kelima, program ibadah haji 2025 lalu dan khususnya tahun ini lancar, nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan."

Sebelumnya, eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menjelaskan bahwa Prabowo menjadi Kepala Negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri dari seluruh pemimpin dunia. Dino mengatakan, semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan Prabowo di luar negeri. 

Dia mengatakan kunjungan Kepala Negara ke luar negeri memakan biaya yang sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu; pesawat; hotel, logistik, konsumsi; protokoler dan pengamanan; uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping; dan lainnya. 

"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ujar Dino dalam unggahan di akun Instagram resmi. 

Dalam kaitan itu, Dino memberikan beberapa saran. Pertama, untuk menjaga komunikasi dengan pemimpin dunia lain, Prabowo bisa lebih mengandalkan komunikasi secara daring. Sebagai gambaran, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tercatat sudah 17 kali menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan belum sekalipun melakukan pertemuan bilateral. Padahal AS adalah mitra perdagangan terbesar bagi Meksiko. 

Berdasarkan pengalamannya, Dino mengatakan kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada satu pembicaraan yang berlangsung selama satu hingga dua jam, selebihnya adalah acara seremonial yang biasanya tidak perlu. 

"Jadi dengan satu video call yang bernilai 0 rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama," ujarnya.

(dov/frg)

No more pages