Pernyataan pada hari Minggu tersebut menjadi komentar publik pertama dari Powell sejak dirinya digantikan oleh Kevin Warsh sebagai kepala bank sentral. Powell saat ini masih menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed—sebuah keputusan yang pada April lalu ia sebut didorong oleh kekhawatirannya terhadap serangan-serangan yang mengarah ke bank sentral. Masa jabatannya sebagai gubernur baru akan berakhir pada Januari 2028.
Pidato Powell ini disampaikan di saat Mahkamah Agung AS tengah mempertimbangkan nasib Deputi Gubernur The Fed Lisa Cook, yang coba dipecat oleh Presiden Donald Trump atas tuduhan penipuan KPR yang belum terbukti. Cook telah membantah tuduhan tersebut. Pertanyaan mengenai apakah ia dapat tetap bertahan di bank sentral—sementara pengadilan tingkat rendah menyidangkan kasusnya—saat ini sedang berada di tangan Mahkamah Agung.
Powell menggarisbawahi pentingnya perlindungan hukum yang "jelas" bagi The Fed, yang dirancang untuk mengisolasi kebijakan moneter dari campur tangan politik. Meskipun mengakui adanya pembelahan partisan yang dalam dalam politik AS, ia mendesak rakyat Amerika untuk bersatu membela "prinsip-prinsip luhur yang mendefinisikan bangsa."
"Yang utama di antaranya adalah penghormatan terhadap supremasi hukum," tegasnya.
Powell mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur The Fed awal bulan ini dengan warisan kepemimpinan yang sebagian ditandai oleh upayanya mempertahankan bank sentral dari tekanan tanpa henti dari Trump dan para sekutunya yang menginginkan suku bunga lebih rendah. Upaya penekanan tersebut termasuk serangan verbal secara pribadi, langkah untuk memecat Cook, serta penyelidikan kriminal terkait pembengkakan biaya pembangunan yang saat ini telah dikesampingkan.
Perselisihan tersebut berbalik menguntungkan posisi Powell setelah ia secara terbuka mengecam penyelidikan kriminal itu pada Januari lalu, yang kemudian memicu gelombang dukungan terhadap dirinya, termasuk dari beberapa tokoh di Partai Republik sendiri.
Di sisi lain, pernyataan Powell ini menjadi teguran tersendiri bagi pemerintahan Trump, begitu pula dengan terpilihnya Powell sebagai salah satu penerima penghargaan tahunan dari JFK Library Foundation tersebut. Pihak yayasan dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa Powell dipilih karena komitmennya membela independensi The Fed "meskipun menghadapi serangan pribadi dan ancaman selama bertahun-tahun dari tingkat tertinggi pemerintahan."
Tahun ini, yayasan tersebut juga memberikan penghargaan kepada masyarakat Minneapolis dan St. Paul, Minnesota, "atas keberanian mereka mempertaruhkan nyawa demi melindungi tetangga dan anggota komunitas imigran dari operasi penegakan hukum federal yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Sejumlah tokoh yang pernah menerima penghargaan Profile in Courage Award di antaranya adalah mantan Presiden Barack Obama, George H.W. Bush, dan Gerald Ford, serta mantan Wakil Presiden Mike Pence.
(bbn)





























