Pertumbuhan melambat di hampir seluruh sektor pada April, dengan produksi industri dan penjualan ritel mencatat kenaikan terlemah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mendorong para ekonom menyerukan dukungan kebijakan yang lebih kuat.
Sebagai tanda bahwa Beijing merespons seruan tersebut, bank sentral China menurunkan suku bunga pinjaman kebijakan satu tahun bagi perbankan ke level terendah sepanjang sejarah pada Mei.
China juga menerbitkan rencana untuk membuka akses yang lebih luas terhadap layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan di kota-kota, yang berpotensi memperluas akses bagi pekerja migran sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan standar hidup dan belanja konsumen.
Ekspor China terus melonjak tahun ini meskipun perang di Iran masih berlangsung, setelah negara itu mencatat surplus perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya sebesar US$1,2 triliun pada 2025.
Volume pengiriman barang sepanjang 2026 sejauh ini sebagian besar tetap berada di atas level rekor tahun lalu, didorong antara lain oleh permintaan yang berasal dari investasi pada pusat data dan peralatan kelistrikan untuk mendukung ekspansi kecerdasan buatan (AI) global.
Goldman Sachs Group Inc. dan Nomura Holdings Inc. memperkirakan penjualan luar negeri China untuk semikonduktor, komputer, dan produk terkait kecerdasan buatan lainnya menyumbang sekitar separuh dari pertumbuhan ekspor negara itu pada April.
Lonjakan permintaan barang terkait AI, ditambah guncangan harga minyak global akibat perang di Iran, menyebabkan harga ekspor China naik pada laju tercepat dalam tiga tahun terakhir pada bulan lalu.
Namun, penguatan yuan yang berkelanjutan memberikan tekanan terhadap para eksportir China dalam skala yang jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Hampir seperempat dari sekitar 5.500 perusahaan yang tercatat di bursa domestik melaporkan kerugian nilai tukar atau menyebut fluktuasi mata uang sebagai faktor utama yang meningkatkan biaya keuangan dan menekan laba, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg dari laporan keuangan kuartal pertama. Porsi tersebut merupakan yang tertinggi setidaknya dalam satu dekade.
Pertemuan tingkat tinggi yang banyak diperhatikan antara Donald Trump dan Xi Jinping menghasilkan sedikit terobosan, namun pembentukan dua komite baru di bidang perdagangan dan investasi berpotensi menciptakan lebih banyak peluang bisnis bagi produsen China.
Dewan Perdagangan AS-China (US-China Board of Trade) berupaya menurunkan tarif atas sedikitnya US$30 miliar barang yang berasal dari masing-masing negara, menurut Kementerian Perdagangan China.
(bbn)





























