Logo Bloomberg Technoz

Pakar Beberkan Cara Cegah Kasus Riset Bodong Terulang

Dinda Decembria
29 May 2026 15:10

Seorang rekan peneliti mengambil sampel alga yang dibudidayakan untuk penelitian biofuel./Bloomberg-David Maung
Seorang rekan peneliti mengambil sampel alga yang dibudidayakan untuk penelitian biofuel./Bloomberg-David Maung

Bloomberg Technoz, Jakarta -Epidemiolog Dicky Budiman menilai kasus dugaan riset bodong yang diduga menyeret nama peneliti asal Indonesia harus menjadi momentum pembenahan budaya akademik nasional. Menurut dia, langkah pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh agar praktik manipulasi penelitian tidak kembali terulang lagi.

Dicky mengatakan pendidikan mengenai integritas ilmiah harus diberikan sejak dini, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Ia menilai pemahaman soal etika penelitian, integritas data, hingga bahaya plagiarisme tidak bisa hanya diajarkan saat seseorang sudah menjadi peneliti.

“Pendidikan integritas ilmiah sejak awal itu penting. Masalah plagiarisme, etika penelitian, sampai penggunaan AI yang etis harus diajarkan dari awal,” kata Dicky dalam keterangannya, Jumat (28/5).


Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia akademik. Menurut dia, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu, bukan menggantikan peran peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah.

Karena itu, Dicky menilai setiap penggunaan AI dalam penelitian perlu disertai disclosure atau keterbukaan mengenai sejauh mana teknologi tersebut digunakan. Selain itu, hasil kerja AI tetap harus diverifikasi manusia untuk memastikan validitas data dan analisis.