Logo Bloomberg Technoz

Mengenal Travel Grant yang Diincar Para Pelaku Riset Palsu

Farid Nurhakim
03 June 2026 11:11

Penelitian berbasis model AI yang mampu meramal apakah seseorang berisiko kanker pankreas. Dok: bloomberg
Penelitian berbasis model AI yang mampu meramal apakah seseorang berisiko kanker pankreas. Dok: bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Media sosial atau medsos tengah ramai memperbincangkan ihwal dugaan pemalsuan riset di konferensi ilmiah International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Denmark oleh empat warga negara Indonesia (WNI). Mereka diduga memalsukan riset dalam konferensi tersebut untuk mendapatkan fasilitas dana bantuan perjalanan (travel grant) ke luar negeri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia (RI) Brian Yuliarto mengatakan pada kemarin, Selasa (02/06/2026) bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti dugaan kasus pemalsuan riset tersebut. Tim ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI Nur Syarifah.

Menurut penelusuran awal, Brian menyebut keempat terduga pelaku berjumlah empat orang dan berstatus alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Namun dia menegaskan bahwa mereka tak berprofesi sebagai dosen maupun peneliti aktif di kampus itu. Lantas, apa itu travel grant? Simak infomasinya di bawah ini. 


Melansir laman resmi Weber State University, Rabu (03/06/2026) travel grant adalah dana hibah perjalanan bagi peserta yang bakal mengikuti kegiatan akademik atau penelitian. Hal ini bertujuan untuk mendanai biaya-biaya terkait akomodasi, transportasi, sampai biaya pendaftaran buat pesertanya.

Sementara itu, dinukil dari laman resmi International Studies Association (ISA), Rabu, program travel grant dibuat untuk memberikan bantuan kepada para peneliti muda, mahasiswa pascasarjana senior, dan sarjana dari negara-negara berpenghasilan rendah. Tujuannya, agar mereka bisa menghadiri konferensi yang tak dapat dijangkau oleh semua orang, kecuali para pengajar senior yang dibayar lebih baik. (https://www.isanet.org/Programs/Grants/Travel-Grants)