Logo Bloomberg Technoz

Para Pakar Kritik Wacana Belajar Bahasa Prancis di Sekolah RI

Dinda Decembria
29 May 2026 14:20

Ilustrasi Guru (Envato)
Ilustrasi Guru (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mempelajari bahasa Prancis menuai beragam respons dari pakar pendidikan. 

Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak di tengah berbagai persoalan dasar pendidikan nasional yang masih belum terselesaikan.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji, mengatakan pemerintah seharusnya lebih fokus membenahi persoalan mendasar, seperti rendahnya literasi dan numerasi siswa, hingga kondisi infrastruktur sekolah yang rusak.


“Di saat rapor literasi dan numerasi siswa kita masih merah, serta ribuan sekolah rusak belum diperbaiki, instruksi untuk mewajibkan atau memprioritaskan Bahasa Prancis terkesan seperti kebijakan yang kehilangan arah dan tidak menginjak bumi,” kata Ubaid kepada Bloomberg Technoz, Jumat (29/5).

Menurut dia, pendidikan Indonesia membutuhkan pembenahan sesuai  dengan kondisi di lapangan ketimbang kebijakan yang bersifat impulsif. Ubaid menilai fokus utama kurikulum seharusnya diarahkan pada penguatan kemampuan membaca, matematika dasar, dan sains.