Logo Bloomberg Technoz

Ia juga mempertanyakan urgensi penambahan bahasa asing baru sebagai prioritas nasional. “Menjejalkan bahasa asing baru yang secara geopolitik dan ekonomi global hari ini bukan merupakan lingua franca utama di kawasan Asia-Pasifik adalah langkah yang melompati urgensi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, pakar pendidikan Ina Liem menilai penguasaan berbagai bahasa asing pada dasarnya merupakan hal positif karena dapat membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, budaya, diplomasi, hingga peluang kerja global.

Namun, Ina mengingatkan pemerintah agar belajar dari pengalaman sebelumnya terkait wacana pengajaran bahasa asing lain yang sempat mencuat tetapi tidak pernah benar-benar diterapkan secara nasional.

“Ketika sebuah pernyataan disampaikan oleh Presiden, publik menganggap itu arah kebijakan negara. Kalau berulang kali muncul wacana yang tidak realistis untuk dieksekusi, lama-lama kepercayaan publik bisa berkurang,” kata Ina.

Menurut dia, tantangan pendidikan Indonesia saat ini masih berkaitan dengan literasi dasar, kekurangan guru di berbagai daerah, ketimpangan kualitas pendidikan, hingga kemampuan bahasa Inggris yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, Ina menilai bahasa Prancis maupun bahasa asing lain lebih tepat dijadikan pilihan sesuai minat dan kebutuhan daerah, bukan otomatis menjadi mata pelajaran wajib nasional.

“Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, atau bahasa asing lainnya sebaiknya diperluas sebagai pilihan, bukan menjadi kewajiban nasional,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan,  Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah menginstruksikan semua tingkatan sekolah di Indonesia untuk belajar bahasa Prancis. Hal ini disampaikan Kepala Negara di sela pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron.

Dia mengungkap, selama ini hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis sudah berjalan baik, seperti di bidang pertahanan hingga kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga, dia pun berharap hubungan tersebut juga dikembangkan pada bidang pendidikan. 

“Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujar Prabowo, dikutip Jumat (29/05/2026).

(dec)

No more pages