Logo Bloomberg Technoz

Meski belum terang, tetapi kabar ini sedikit memberi sentimen positif bagi sebagian mata uang kawasan Asia. Pagi ini, dolar Singapura, yen Jepang, ringgit Malaysia, yuan offshore, dan dolar Hong Kong tercatat menghijau. 

Pergerakan mata uang Asia di pasar yang sudah buka pada Senin pagi (25/5/2026), 07.15 WIB. (Bloomberg)

Di tengah euforia perdamaian dan pergerakan mata uang kawasan yang bergerak di zona hijau, rupiah hari ini diperkirakan masih dapat tertekan oleh sentimen domestik terkait isu fiskal, data neraca pembayaran Indonesia, dan data ekonomi lainnya yang belum mendukung. 

Pekan lalu, data neraca pembayaran menggambarkan kondisi stabilitas eksternal Indonesia semakin bergantung pada transaksi modal dan finansial. Sedangkan investasi langsung alias foreign direct investment (FDI) yang dapat menopang pertumbuhan secara berkelanjutan malah melambat, dengan pertumbuhan sebesar US$2 miliar dari kuartal sebelumnya US$3,2 miliar. 

Meski tertekan sejumlah sentimen, rupiah berpotensi menguat secara teknikal tertopang oleh laju penguatan pada beberapa mata uang kawasan, terutama yuan China. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Senin 25 Mei 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah sejatinya ada asa menguat hari ini. Adapun rupiah berpotensi menguat ke resistance terdekat Rp17.650/US$. Resistance potensial selanjutnya menuju Rp17.600/US$.

Rupiah memiliki level Rp17.500/US$ sebagai acuan paling optimistis dalam sepekan perdagangan.

Namun jika nilai tukar rupiah kembali menembus level support terkuatnya di level Rp17.720/US$, maka mengonfirmasi support selanjutnya di Rp17.770. Support psikologis di Rp17.800/US$.

(riset/aji)

No more pages