“Hubungan kami dengan Iran menjadi lebih produktif dan profesional. Mereka menyadari bahwa tidak bisa mengembangkan atau membeli senjata nuklir maupun bom,” cuit Presiden AS Donald Trump di media sosial, akhir pekan lalu.
Asa perdamaian di Timur Tengah membuat harga minyak melemah. Pada pukul 06:40 WIB, harga minyak jenis brent anjlok 5,29% ke US$ 98,04/barel. Ini menjadi kali pertama harga minyak berada di bawah level US$ 100/barel sejak 20 April lalu.
Jika harga energi bisa lebih terkendali, maka dunia akan terhindar dari ancaman inflasi tinggi. Dengan demikian, bank sentral di berbagai negara bisa punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa lebih menguntungkan saat suku bunga bisa turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 40. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 20. Menghuni area jual (short) yang kuat, dan bahkan sudah di ambang batas jenuh (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.603-4.651/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.660/troy ons.
Sedangkan target support terdekat adalah US$ 4.575-4.543/troy ons. Apabila harga emas menembus pivot point US$ 4.533/troy ons, maka US$ 4.527-4.471/troy ons rasanya bisa menjadi support lanjutan.
Target paling pesimistis adalah US$ 4.409/troy ons.
(aji)

























