Acara peresmian formal di konsulat tersebut sebelumnya dihadiri oleh puluhan diplomat, pemimpin bisnis, dan perwakilan lokal. Di antara para undangan, tampak sejumlah kecil politisi Greenland, termasuk Vivian Motzfeldt, mantan menteri pemerintah yang mewakili wilayah Arktik tersebut dalam pembicaraan diplomatik tingkat tinggi dengan AS awal tahun ini.
Duta Besar AS untuk Denmark, Kenneth Howery, saat berbicara di konferensi Future Greenland di Nuuk pada hari Rabu menyatakan bahwa fasilitas diplomatik baru ini bertujuan untuk membawa hubungan AS dan Greenland menjadi "lebih dekat".
Meskipun AS telah membangun kembali kehadiran diplomatiknya di Nuuk sejak tahun 2020, selama ini para pejabat Amerika menempati fasilitas yang dikelola oleh militer Denmark.
"Langkah ini pada dasarnya menunjukkan tingkat komitmen jangka panjang kami terhadap Greenland," ujar Howery. Ia menambahkan bahwa gedung tersebut nantinya akan digunakan untuk menyambut kunjungan resmi, delegasi bisnis, acara budaya, serta membantu warga Amerika yang berkunjung dan menyediakan layanan visa bagi warga Greenland.
Peresmian ini berlangsung pada pekan yang sama dengan kunjungan utusan khusus pilihan Trump untuk Greenland, Jeff Landry, ke Nuuk. Kunjungan yang dipantau ketat tersebut kembali memicu kekhawatiran atas niat Washington terhadap pulau itu. Landry menyatakan bahwa dirinya berencana untuk memberikan laporan langsung kepada Trump pada hari Kamis mengenai berbagai potensi peluang bisnis di wilayah tersebut.
(bbn)





























