Logo Bloomberg Technoz

Menurut situs web perusahaan, obat tersebut dirancang untuk menargetkan “semua virus Ebola yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia,” termasuk spesies yang saat ini menyebar di Afrika.

Dalam uji klinis tahap awal, obat itu ditemukan aman dan dapat ditoleransi dengan baik, tetapi efektivitasnya pada manusia belum terbukti.

BARDA mendanai pengembangan lanjutan obat tersebut. Pengobatan itu belum mendapat persetujuan, sehingga penggunaannya memerlukan otorisasi dari regulator dan otoritas kesehatan masyarakat.

Mapp menolak berkomentar mengenai kapasitas produksi dan persediaan mereka, sambil menambahkan bahwa dosis yang ada saat ini dimiliki oleh pemerintah AS.

Otoritas kesehatan tengah menghadapi jenis Ebola langka di Afrika Tengah yang belum memiliki pengobatan maupun vaksin yang disetujui. Wabah tersebut telah menewaskan sedikitnya 139 orang di Democratic Republic of Congo dan Uganda, menurut data terbaru dari World Health Organization, dengan ratusan kasus suspek. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum vaksin siap untuk diuji coba pada manusia.

AS sedang membahas vaksin dan pengobatan potensial, termasuk antibodi monoklonal, dengan mitra internasional, kata Satish Pillai, manajer penanganan respons Ebola dari Centers for Disease Control and Prevention, dalam panggilan dengan wartawan pada Rabu.

(bbn)

No more pages