Chief Executive Officer (CEO) Abu Dhabi National Oil Co, Sultan Al Jaber, pada Rabu mengatakan bahwa sekalipun konflik Iran berakhir segera, arus pasokan minyak Timur Tengah tidak akan sepenuhnya pulih hingga jauh memasuki 2027. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai gangguan pasokan paling parah yang pernah tercatat.
Persediaan minyak mentah AS turun sekitar 7,9 juta barel pekan lalu, sejalan dengan estimasi sebelumnya dari kelompok industri yang banyak dijadikan acuan pasar. Ekspor minyak AS juga berada sedikit di bawah level rekor tertinggi baru-baru ini, di tengah upaya pembeli luar negeri menambah pasokan minyak Amerika untuk mengimbangi gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Sejumlah tanda awal meningkatnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz juga mulai mengurangi premi risiko pada harga minyak mentah. Tiga kapal tanker super besar terlihat mencoba melintasi jalur tersebut, menandai peningkatan kecil aktivitas pelayaran setelah beberapa hari sebelumnya relatif sepi. Iran mengklaim sebanyak 26 kapal melintas dalam 24 jam terakhir, meskipun sebelumnya negara itu juga pernah melaporkan angka lalu lintas yang jauh lebih besar dibandingkan data pelacakan kapal.
Trump pada Rabu mengatakan “kita lihat saja nanti” terkait Iran, seraya menambahkan bahwa kesepakatan akan tercapai atau “kami akan melakukan beberapa hal yang agak tidak menyenangkan, tetapi semoga itu tidak terjadi.” Ia berulang kali mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran jika Teheran tidak menyetujui syarat perdamaian yang diajukan Washington.
Iran saat ini tengah meninjau rancangan terbaru proposal AS sebagai respons atas proposal 14 poin dari Teheran dan belum memberikan jawaban resmi, menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim yang mengutip sumber dekat tim negosiasi negara tersebut. Sebelumnya pada hari yang sama, Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan di luar kawasan Timur Tengah jika AS atau Israel kembali menyerangnya.
Harga minyak:
- WTI untuk pengiriman Juli naik 0,8 persen menjadi US$99,07 per barel pada pukul 06.36 waktu Singapura.
- Brent untuk pengiriman Juli turun 5,6 persen dan ditutup di level US$105,02 per barel pada perdagangan Rabu.
(bbn)




























