Jika dilihat, CCEPC masuk dalam daftar investor asing di Indonesia yang masuk melalui Independent Power Producer (IPP).
Sebelumnya, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary menyebut bahwa hingga saat ini 70%-75% pembangkit listrik di Indonesia masih dikuasai oleh IPP.
“Angka sekarang itu sekitar 70-75% [pembangkit milik IPP]. Seluruh proyeknya dan apalagi adalah pembangkitan, itu adalah milik IPP,” ungkap Rizal dalam kesempatan yang sama.
Rizal menjelaskan besaran IPP sebagai pemilik pembangkit justu menguntungkan bagi PLN karena dapat membantu sektor investasi dan keuangan PLN. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLN membutuhkan setidaknya investasi sebesar Rp3.000 triliun, dan dengan adanya IPP beban ini dapat terbantu.
“Saya mau sampaikan, PLN tidak banyak duitnya. Sesuai dengan yang tertera di RUPTL, kita butuh investasi sebesar Rp2.600 triliun. Belum transmisi gardu induk sebesar Rp300 triliun. Dan untuk distribusinya Rp100 triliun. Dan IPP itu artinya peluang bagi pengusaha-pengusaha,” kata dia.
(smr/ros)































