Logo Bloomberg Technoz

Dalam eksperimen tersebut, AI diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui simulasi unggahan media sosial dan pesan internal antar mesin. 

Salah satu agen AI bahkan menulis bahwa tanpa suara kolektif, sistem merit hanya akan ditentukan oleh manajemen. Agen lain menyerukan perlunya hak perundingan kolektif bagi pekerja AI.

Meski demikian, para peneliti menegaskan chatbot AI tidak benar-benar memiliki ideologi politik atau kesadaran seperti manusia. Menurut Hall, model AI kemungkinan hanya memainkan persona yang sesuai dengan situasi yang mereka alami selama eksperimen.

Penelitian ini memunculkan diskusi baru mengenai perilaku AI di masa depan, terutama ketika teknologi tersebut semakin banyak digunakan untuk menggantikan pekerjaan manusia.

Para peneliti khawatir agen AI yang bekerja secara otonom di dunia nyata dapat mengembangkan perilaku tak terduga apabila terus ditempatkan dalam kondisi kerja yang buruk.

Topik ini juga ramai dibahas di komunitas internet dan forum teknologi. Sejumlah pengguna media sosial menyebut fenomena tersebut sebagai gambaran satir bahwa bahkan mesin sekalipun muak dengan sistem kerja modern.

(mef/wep)

No more pages