Logo Bloomberg Technoz

Hal ini membuat jadwal produksi Apple menjadi perhatian khusus. Mulai dari Samsung Electronics Co., Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., hingga Foxconn Technology Group bergantung pada bisnis iPhone untuk mendorong pertumbuhan dan margin.

Apple mengatakan akan berhenti mengungkap nomor pengiriman tertentu pada tahun 2018, sebagian untuk mengalihkan fokus investor ke bisnis yang lebih dapat diprediksi seperti App Store.

Tahun ini, perusahaan harus memangkas perkiraaan produksi ponsel entry-level yang akan datang sekitar 2 juta unit, karena menghadapi tantangan dalam produksi dengan sensor gambar CMOS. Akan tetapi, sumber mengatakan bahwa Apple akan mengompensasi penurunan tersebut dengan menambah pesanan untuk model Pro dengan harga lebih tinggi.

Sumber berbeda mengatakan, ada juga masalah kecil dengan layar iPhone terbaru, tetapi masalah ini harus teratasi dalam satu atau dua pekan. Masalah tidak akan berdampak nyata pada keseluruhan produksi.

Mengenai hal ini, perwakilan Apple tidak menanggapi permintaan komentar. Sementara DigiTimes sebelumnya melaporkan bahwa volume awal untuk iPhone baru mungkin mencapai 83 juta hingga 85 juta.

Produk iPhone 14 series yang sedang dicoba oleh calon konsumen. (Dok Bloomberg)

Perkiraan produksi tersebut lebih rendah dari target pengiriman awal sebesar 90 juta, yang disampaikan Apple dua tahun sebelumnya. Perusahaan asal AS kemudian tidak mampu mencapai target tersebut karena kekurangan chip pada 2021, ditambah lagi dengan kebijakan pengendalian Covid di China yang berkepanjangan tahun lalu, telah menggangu proses produksi.

Pendapatan Apple yang relatif stabil kontras dengan sejumlah perusahaan smartphone pesaing yang membangun perangkat dengan sistem operasi Android.

Menurut data dari Counterpoint Research, penjualan ponsel telah turun selama 8 kuartal berturut-turut, termasuk penurunan sebesar 8% pada Juni. Merek ponsel Android China seperti Vivo dan Xiaomi, sama-sama mengalami penurunan lebih dari 10%.

Counterpoint memperkirakan bahwa penjualan Apple akan turun 2% pada kuartal terakhir, namun pangsa pasarnya naik menjadi 17% disokong pertumbuhan permintaan ponsel dengan harga US$600 atau lebih.

“Apple mengendarai gelombang “premiumisasi” ini, mencapai rekor saham di beberapa pasar baru yang biasanya tidak dianggap sebagai pasar inti,” tulis analis Counterpoint dalam laporan tersebut. “Contoh utama adalah India, yang tumbuh 50% year on year (YOY) di kuartal dua tahun 2023.”

—Dengan asistensi dari Mark Gurman.

(bbn)

No more pages