Profil PACK
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) awalnya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri percetakan digital untuk kemasan fleksibel. Produk utama perseroan berupa wadah dan kemasan.
PACK resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 8 Februari 2023.
Saat ini, pemegang saham utama perseroan adalah PT Eco Energi Perkasa dengan kepemilikan sebesar 61,71%. Selain itu, saham publik yang tercatat secara elektronik atau masyarakat nonwarkat mencapai 32,74%.
Kemudian terdapat DBS Bank Ltd S/A PWM dengan kepemilikan 5,41%, Magdalena Veronika selaku direksi sebesar 0,9%, serta Zhu Jiangjian yang juga menjabat direksi dengan porsi 0,5%.
Dalam perjalanannya, PACK kini bertransformasi dari perusahaan kemasan plastik menjadi perusahaan induk investasi (holding) yang berfokus pada sektor pertambangan dan perdagangan nikel.
Transformasi tersebut tercermin dari kinerja keuangan perusahaan. Pada 2025, PACK membukukan laba sebesar Rp28,6 miliar, melonjak signifikan dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp899,8 juta.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan juga melesat menjadi Rp2,99 triliun dari sebelumnya Rp66,9 miliar. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp2,89 triliun dengan ekuitas mencapai Rp105,5 miliar.
Di tengah transformasi bisnis tersebut, pemilik Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam resmi masuk sebagai investor strategis perseroan.
Haji Isam membeli sebanyak 6,83 miliar saham PACK pada harga Rp137 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp936,65 miliar.
Melalui aksi korporasi itu, Haji Isam kini menguasai 21,12% hak suara dalam perseroan.
(dec)



























