Logo Bloomberg Technoz

ESDM & Danantara Mau Kembangkan Logam Tanah Jarang di Mamuju

Sabrina Mulia Rhamadanty
13 May 2026 10:50

Geolog Greg Barnes, mantan pemilik lokasi mineral tanah jarang Tanbreez, memegang sebuah batu yang mengandung kristal di lokasi penambangan./Bloomberg
Geolog Greg Barnes, mantan pemilik lokasi mineral tanah jarang Tanbreez, memegang sebuah batu yang mengandung kristal di lokasi penambangan./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta –  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan BPI Danantara melalui Badan Industri Mineral (BIM) diketahui telah membahas pengembangan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) di Mamuju, Sulawesi Barat.

Pembahasan tersebut dilakukan di kantor Badan Pengaturan (BP) BUMN, Selasa (12/5/2026), yang dihadiri oleh Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa, Menteri Pertahanan sekaligus Dewan Pengarah BIM Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno, dan Kepala BIM sekaligus Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Tri mengatakan rapat tersebut membahas pengembangan logam tanah jarang di Mamuju, tetapi dia enggan menjelaskan lebih lanjut detail dari proyek tersebut.


Dia juga membantah rapat tersebut membahas proyek fasilitas pengolahan logam tanah jarang yang akan diresmikan melalui groundbreaking pekan depan di Bangka Belitung.

"Pembahasan ini saja yang Mamuju, pengembangan seperti apa untuk rare earth elements," ungkapnya kepada awak media.

Kotak berisi sampel logam tanah jarang di Frankfurt. (Alex Kraus/Bloomberg)