Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, proyek LTJ Mamuju telah diungkapkan oleh Kepala BIM Brian Yuliarto dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, Selasa (10/2/2026).

“Dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju. Jadi dalam tahap penelitian ini kita akan membangun dua industri downstreaming sebagai pilot untuk konteksnya riset,” kata Brian.

“Sambil menunggu proses administrasi dan juga rekomendasi yang sudah kami sampaikan kepada Kementerian ESDM untuk keluarnya IUP [izin usaha pertambangan] yang kami merekomendasikan diberikan kepada Perminas,” tegasnya.

Selain Mamuju, terdapat fasilitas pengolahan mineral ikutan dan LTJ di bawah naungan PT Timah Tbk. (TINS) yang dikenal dengan nama Pilot Plant Logam Tanah Jarang (LTJ) yang berlokasi di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat.

Proyek ini ditargetkan akan melaksanakan peletakan batu pertama pada 20 Mei 2026.

Dalam laporannya, PT Timah juga tercatat telah menemukan potensi cadangan monasit (bagian dari LTJ) sekitar 25.700 ton di wilayah Bangka Belitung.

Sebagai tambahan, berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, dari total 28 lokasi mineralisasi logam tanah jarang yang telah teridentifikasi, baru sekitar sembilan lokasi atau 30% yang menjalani eksplorasi tahap awal.

Sementara itu, sekitar 19 lokasi lainnya atau 70% belum tersentuh maupun belum dieksplorasi secara optimal. Mineral pembawa LTJ yang sudah terkonfirmasi dari proses tambang timah saat ini di antaranya adalah Monasit dan Xenotim.

Monasit merupakan bahan baku utama untuk berbagai teknologi modern, energi terbarukan, hingga industri pertahanan. Sedangkan Xenotim, adalah bahan penting untuk produksi barang berteknologi tinggi, termasuk satelit, magnet kuat, dan perangkat telekomunikasi modern.

(smr/wdh)

No more pages