Logo Bloomberg Technoz

Menurut Handy, secara historikal bukan cuma Indonesia yang memanfaatkan kondisi tersebut, beberapa negara juga sudah memanfaatkan penerbitan obligasi dengan mata uang yuan itu.

“Karena kalau kita lihat secara yield memang jauh lebih murah dibandingkan dengan US Treasury yang saat ini kalau kita lihat perbandingan yieldnya,” katanya.

Ingatkan Risiko Nilai Tukar

Meskipun demikian, Handy mengingatkan adanya risiko tekanan nilai tukar seiring dengan penerbitan obligasi non-domestik.

“Jadi mungkin yang harus diperhatikan ke depannya adalah di sisi currency risk ya hedgingnya seperti apa,” tambah Handy.

Namun demikian, dengan cukup banyaknya counterpart antara Indonesia dengan China, Handy melihat adanya potensi natural hedging yang bisa memitigasi risiko tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa pemerintah berencana untuk menerbitkan Panda Bond pada bulan Juni.

Pemerintah berharap penerbitan Panda Bonds ini menjadi langkah diversifikasi pembiayaan anggaran pemerintah supaya opsi pendanaan tak hanya bergantung pada negara tertentu saja. Terlebih, imbal hasil (yield) yang ada di pasar keuangan Cina juga termasuk kompetitif.

Sebagai informasi, data Kemenkeu menyebutkan bahwa realisasi pembiayaan anggaran per 31 Maret 2026 sebesar Rp257,4 triliun. Bila dirinci pembiayaan terbagi dalam pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non utang sebesar Rp1,3 triliun.

(ell)

No more pages