Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lesu Rp17.500/US$, Purbaya Intervensi Pasar Obligasi Besok

Mis Fransiska Dewi
12 May 2026 12:53

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini melemah hingga tembus Rp17.500/US$.

Bendahara Negara mengaku akan mulai mengaktifkan instrumen yang dimiliki untuk mengintervensi pasar obligasi negara mulai besok, Rabu (13/5/2026). Kendati demikian, Purbaya tak menjelaskan lebih rinci instrumen apa saja yang akan digunakan untuk melakukan intervensi.

Dia hanya menyebut bahwa Kementerian Keuangan memiliki instrumen berupa Bond Stabilization Fund (BSF), tetapi tak seluruhnya akan menggunakan instrumen tersebut.


"Kita akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market. kita kan punya BSF tapi belum fund semuanya, kita aktifkan instrumen yang kita punya di sini. besok baru jalan," ujar Purbaya usai melantik pejabat Direktorat Jenderal Pajak di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).

Dia menjelaskan pemerintah akan melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) agar imbal hasil atau yield tidak terlalu tinggi, sehingga investor asing yang menggenggam obligasi tak mengalami kehilangan modal atau capital loss.