Logo Bloomberg Technoz

Mata uang Ibu Pertiwi terdepresiasi 0,56% pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), pukul 10:10 WIB. 

Tekanan eksternal dalam bentuk ketidakpastian geopolitik dan mengerek harga minyak mentah, diperparah dengan kondisi domestik yang sarat ketidakpastian kebijakan serta dominasi belanja negara sebagai penopang pertumbuhan, membuat investor kian khawatir dan melepas aset di berdenominasi rupiah. 

Pelemahan rupiah hari ini tidak terlepas dari beberapa sentimen. Dari faktor eksternal, langkah AS dan Iran yang saling bertukar proposal membuat pasar kembali memasang mode risk-off. Apalagi kecil kemungkinan akan tercapainya kesepakatan damai.

(ell)

No more pages